GURU
Guru…
Trimakasih kuucapkan kepadamu
Yang telah membantuku dalam mencari ilmu
Menulis membaca kau telah disampingku
Guru…
Tugasmu paling mulia
Membimbing dengan hati yang rela
Tanpa mengenal simiskin dan sikaya
Guru…
Setiap hari kuberdo’a untukmu
Agar kamu selamat dalam hidupmu
Jasamu takakn terlupakan untukku
Sepanjang hidupku
Burung irian kalau ada sumaur diladang
Burung cendrawasih bolehkah menumpang mandi
Cukup sekian kalau ada umur yang panjang
Trimakasih bolehkah berjumpa lagi
By: Arin K.M (KlsIV)
GURU
Oh Guru…
Alangkah besarnya jasamu
Kau telah memberikan ilmu
Yang sangat banyak sekali
Oh Guruku…
Tanpamu mungkin aku bodoh
Dan tiada ilmu diotakku
Engkaupun tidak merasa lelah
Oh Guruku…
Engkau pahlawan tanpa tanda jasa
Atas pengorbananmu
Kau ucapkan trimakasih
By:Ainun Lina S.(KlsV)
GURUKU MATAHARI BANGSAKU
Guruku,
Matahari bangsaku,
Kau sinari Bumi
Dengan kelembutan dan kehangatan pagi
Kau tetap kami,
Dengan sinarmu yang garang
Diwaktu siang
Manakala tak mau mengerti,
Guruku, matahariku
Betapa gelap bumi ini
Bila engkau pergi dari kami
Betapa picik mataku
Bila kau padamkamkan pelitamu.
Warna jingga dilangit barat
adalah senyum matahari yang penuh harap
By: Ibu-Ibu PKK
KENANGAN YANG TERINDAH
Kenaganku dan dirimu
Penuh arti dalam kehudupanku
Tapi sekarang hilang semua
Kau telah meninggalkanku
Untuk selama-lamanya
Aku telah sendiri
Hidup didunia ini
Hanya ada…
Kenangan yang terindah
Aku tak kuasa
Pabila aku hidup sendirian
Tanpamu…
Dalam hati aku berkata
Aku menyayangimu
Untuk selam-lamanya
Dan akupun menutup mataku
Yang terakhir untuk menyusul dirimu
By: Siti Massiful U.(KlsVIIIA)
Tampilkan postingan dengan label Puisi Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Kita. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Februari 2010
Jumat, 04 Desember 2009
BUNYI-BUNYI TERSIMPAN SUNYI
Siapa saja melihat
Tanpa matahari
Kan terlihat
Bunga yang pucat pusi
Batu-batu gunung
Dan puncak-puncak cemaranya
Hanya desau angina yang tak berbunyi
Bahkan ombak laut yang bergelora
Hanya memburu waktu
Yang tersisa di pantai
Begitu pabila gulita menjubahi rumah
Yang kau bangun di dasar hati
Pastilah kau tak peduli
Apa itu suara burung yang bernyanyi
Atuakah bunyi-bunyi yang tersimpan sunyi ]
Kecuali bagi dirimu ynag berani
Menyatakan lewat suara hati
Maka yang kau lihat bukan yang berhenti
Yang bersuara bukan sunyi yang di pecahkan
Tetapi suara puja-puji
Gerak dan suara adalah sesuci
Yang tak terdengar
Sebab segalanya
Bahkan yang tak perna
Kau kenal sekalipun
Tak henti-henti mengagumi
Titah jagat raya ini
Karya : Vivi Widya Wati(vii a)
Dilema
Hening yang kurasa
Tak juga sirna
Adakah yang menolongku
Dari kerapuhan
Aku sendiri
Menahan sepi
Ku coba bertahan
Dari kebingungan
Ku coba bangkit
Dari pikirku yang sempit
Ku berdiri
Dan lupakan semua ini
Ku lupakan semua ini
Dan bersimpu
Memohon petunjukmu
Wahai ilahi robbiku
Karya : Ilfana Al Riza (x a)
Perpisahan
Tak terasa waktu begitu cepat
Dulu kita baru bertemu
Tapi sekarang kita berpisah
Mengapa waktu begitu cepat berlalu
Sebenarnya aku tak ingin perpisahan ini
Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa
Aku hanya bisa menerima kenyataan ini
Kenyataan dalam hidupku
Siapa saja melihat
Tanpa matahari
Kan terlihat
Bunga yang pucat pusi
Batu-batu gunung
Dan puncak-puncak cemaranya
Hanya desau angina yang tak berbunyi
Bahkan ombak laut yang bergelora
Hanya memburu waktu
Yang tersisa di pantai
Begitu pabila gulita menjubahi rumah
Yang kau bangun di dasar hati
Pastilah kau tak peduli
Apa itu suara burung yang bernyanyi
Atuakah bunyi-bunyi yang tersimpan sunyi ]
Kecuali bagi dirimu ynag berani
Menyatakan lewat suara hati
Maka yang kau lihat bukan yang berhenti
Yang bersuara bukan sunyi yang di pecahkan
Tetapi suara puja-puji
Gerak dan suara adalah sesuci
Yang tak terdengar
Sebab segalanya
Bahkan yang tak perna
Kau kenal sekalipun
Tak henti-henti mengagumi
Titah jagat raya ini
Karya : Vivi Widya Wati(vii a)
Dilema
Hening yang kurasa
Tak juga sirna
Adakah yang menolongku
Dari kerapuhan
Aku sendiri
Menahan sepi
Ku coba bertahan
Dari kebingungan
Ku coba bangkit
Dari pikirku yang sempit
Ku berdiri
Dan lupakan semua ini
Ku lupakan semua ini
Dan bersimpu
Memohon petunjukmu
Wahai ilahi robbiku
Karya : Ilfana Al Riza (x a)
Perpisahan
Tak terasa waktu begitu cepat
Dulu kita baru bertemu
Tapi sekarang kita berpisah
Mengapa waktu begitu cepat berlalu
Sebenarnya aku tak ingin perpisahan ini
Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa
Aku hanya bisa menerima kenyataan ini
Kenyataan dalam hidupku
Jumat, 28 Agustus 2009
KETIKA SEMUANYA BERAKHIR
Karya: M. Masykur (XIIA)
Ketika mata telah terpejam
Ketika mentari
Tak mampu lagi menghiasi alam ini
Tak ada satu insanpun yang bisa melawan
Ketika masa itu telah datang
Air mata yang berjatuhan
Takkan bisa mengembalikan keadaan
Karena semuanya harus berakhir
Walaupun semua itu tanpa alasan
Tak ada satupun insan yang tahu
Kapan masa itu tiba
Tak ada yang bisa melawan
Kala masa itu telah tiba
Masihkah kita terpejam
Oleh gemerlapan perhiasan alam ini
Ataukah semua itu tak berarti
Buatmu, buatku, buat kita semua
AKU
Karya: Iswatul Khasanah (Kls: V)
Bila aku terkena bencana
Tiada yang menolongku
Bila aku kesakitan
Tiada yang menolongku
Siapa aku…
Mengapa aku di kucilkan
Tak ada yang memperdulikan
Apa aku anak pungut….?
Ibu dan ayahku
Selalu tidak memperdulikan
Saat aku kesepian
Tidak ada yang menemaniku
Ibu dan ayahku
Tidak pernah menanyakan kabarku
Memang aku anak pungut
Tiga hari yang lalu
Aku menemukan selembar kertas
Yang berisi
Penyerahan aku kepada orang tuaku
Apa ini nasibku……
PERSEMBAHANKU
Karya: Dessy Putri (IXB)
Lama sudah
Kuarungi perjalanan
Hidup ini
Telah banyak ku tempuh
Liku-liku kehidupan
Kulalui titik demi titik
Perjalanan hidupku
Aku tumbuh dan berkembang
Di tempat derasnya kehidupan
Jangan kau ragu ragu tuk melangkah
Demi masa depan
Dan segala kemungkinan
Lekuk indah hadirkan pesona
Kemuliaan bagi yang memandang
Karya: M. Masykur (XIIA)
Ketika mata telah terpejam
Ketika mentari
Tak mampu lagi menghiasi alam ini
Tak ada satu insanpun yang bisa melawan
Ketika masa itu telah datang
Air mata yang berjatuhan
Takkan bisa mengembalikan keadaan
Karena semuanya harus berakhir
Walaupun semua itu tanpa alasan
Tak ada satupun insan yang tahu
Kapan masa itu tiba
Tak ada yang bisa melawan
Kala masa itu telah tiba
Masihkah kita terpejam
Oleh gemerlapan perhiasan alam ini
Ataukah semua itu tak berarti
Buatmu, buatku, buat kita semua
AKU
Karya: Iswatul Khasanah (Kls: V)
Bila aku terkena bencana
Tiada yang menolongku
Bila aku kesakitan
Tiada yang menolongku
Siapa aku…
Mengapa aku di kucilkan
Tak ada yang memperdulikan
Apa aku anak pungut….?
Ibu dan ayahku
Selalu tidak memperdulikan
Saat aku kesepian
Tidak ada yang menemaniku
Ibu dan ayahku
Tidak pernah menanyakan kabarku
Memang aku anak pungut
Tiga hari yang lalu
Aku menemukan selembar kertas
Yang berisi
Penyerahan aku kepada orang tuaku
Apa ini nasibku……
PERSEMBAHANKU
Karya: Dessy Putri (IXB)
Lama sudah
Kuarungi perjalanan
Hidup ini
Telah banyak ku tempuh
Liku-liku kehidupan
Kulalui titik demi titik
Perjalanan hidupku
Aku tumbuh dan berkembang
Di tempat derasnya kehidupan
Jangan kau ragu ragu tuk melangkah
Demi masa depan
Dan segala kemungkinan
Lekuk indah hadirkan pesona
Kemuliaan bagi yang memandang
Selasa, 04 Agustus 2009
Edisi: 2
UNTUKMU AYAH
By: Lily Nur Jayanti (XIIa)
Pengorbananmu penuh jasa
Perjuanganmu ‘tuk keluarga
Kau kerja dari pagi hingga malam
Terus-menerus mencari hanya
Mencari sesuap nasi
Ayah……sungguh kau bersusah payah
Sungguh kau tak kenal lelah
Hingga saatnya tiba
Kau menghilang bagai ditelan bumi
Ayah…tidakkah kau mendengar
Jerit, tangis, pilu, orang-orang yang mencintaimu
Tapi, kini kusadar hanya kehendakNyalah
Aku berpasrah
Dan kan ‘ku ucapkan
Ayah…ayah…ayah…
Kumerindukanmu
Selamat jalan ayahku
Semoga kau tenang disisiNya
GURU
By: Mar’atus S. (kls. V)
Guru...
Terima kasih kuucapkan padamu
Yang telah membantuku dalam menuntut ilmu
Menulis, membaca kau selalu ada disampingku
Guru...
Tugasmu sangat mulia
Membimbing dengan hati rela
Tanpa mengenal miskin dan kaya
Guru...
Setiap hari kuberdo’a untukmu
Agar kau selamat selama hidupmu
Jasamu takkan kulupakan sepanjang hidupku
PENANTIANKU
By: Akip M kls. IXb
Musim semi telah terlewati
Siang dan malam berganti lagi
Angin kadang berhembus disisi ini
Jiwa dan raga tak terhenti menanti
Kemana bulan mencari surya
Kemana bulan mencari senja
Kemana harus mencari tawa
Kemana aku harus mencari cinta
Saat cinta dibalas kemurkaan
Saat kesetiaan dibalas penghianatan
Saat ketulusan dibalas kepuasan
Saat air mata dibalas dengan senyuman
Aku khan slalu menunggu
Sayangku...
Kunanti engkau hingga nanti akhir dunia ini
Tak ada seorangpun yang tahu
Seberapa dalam cintaku padamu
Tak ada orang yang tahu
Seberapa lama aku menantimu
( Akip.M.IXB )
HARAPANKU
By: Khoirul Hari S kls. XIIa
Cobaan demi cobaan telah terlewati
Siang dan malam silih berganti
Tapi kenapa aku masih disini
Jiwa dan ragaku selalu menanti
Datangnya pagi mencari surya
Datangnya malam mencari senja
Disaat duka mencari tawa
Kemana aku harus mencari jiwa
Semua harapan dibalas kemurkaan
Kesetiaan yang tulus dibalas penghianatan
Air mata menetes dibalas dengan senyuman
Semua kepuasan yang didapatkan
Aku kan selalu ada
Dalam hidupmu...
Apapun yang terjadi kepadaku
Aku relakan hidupku
Tiada seorangpun yang tahu
Seberapa dalam kasihku padamu
Tak ada satupun semua manusia yang tahu
Seberapa lama aku mengharapkanmu
“I don’t wanna let you down”
I must befaithful to the last
CAHAYA BINTANG
By: Nur Cholifah IXb
Cinta adalah sebuah kata bercahaya
Ditulis oleh tangan cahaya
Pada malam cahaya,dan
Cinta adalah ibarat bintang
Hidup tanpa cinta bagaikan
Malam tak berbintang
Gelap, gulita
Jalan kesana salah kesini keliru
Cahaya bintang adalah ... ?
Kebahagiaan yang bergetar
Bersinar putih penuh harapan
Yang terindah meski terlupakan, dan
Selalu terangi dunia
Cahaya bintangmu adalah anugrah darimu
Cinta yang kau beri untukkuu
Adalah sebuah sumber kebahagiaanku
UNTUKMU AYAH
By: Lily Nur Jayanti (XIIa)
Pengorbananmu penuh jasa
Perjuanganmu ‘tuk keluarga
Kau kerja dari pagi hingga malam
Terus-menerus mencari hanya
Mencari sesuap nasi
Ayah……sungguh kau bersusah payah
Sungguh kau tak kenal lelah
Hingga saatnya tiba
Kau menghilang bagai ditelan bumi
Ayah…tidakkah kau mendengar
Jerit, tangis, pilu, orang-orang yang mencintaimu
Tapi, kini kusadar hanya kehendakNyalah
Aku berpasrah
Dan kan ‘ku ucapkan
Ayah…ayah…ayah…
Kumerindukanmu
Selamat jalan ayahku
Semoga kau tenang disisiNya
GURU
By: Mar’atus S. (kls. V)
Guru...
Terima kasih kuucapkan padamu
Yang telah membantuku dalam menuntut ilmu
Menulis, membaca kau selalu ada disampingku
Guru...
Tugasmu sangat mulia
Membimbing dengan hati rela
Tanpa mengenal miskin dan kaya
Guru...
Setiap hari kuberdo’a untukmu
Agar kau selamat selama hidupmu
Jasamu takkan kulupakan sepanjang hidupku
PENANTIANKU
By: Akip M kls. IXb
Musim semi telah terlewati
Siang dan malam berganti lagi
Angin kadang berhembus disisi ini
Jiwa dan raga tak terhenti menanti
Kemana bulan mencari surya
Kemana bulan mencari senja
Kemana harus mencari tawa
Kemana aku harus mencari cinta
Saat cinta dibalas kemurkaan
Saat kesetiaan dibalas penghianatan
Saat ketulusan dibalas kepuasan
Saat air mata dibalas dengan senyuman
Aku khan slalu menunggu
Sayangku...
Kunanti engkau hingga nanti akhir dunia ini
Tak ada seorangpun yang tahu
Seberapa dalam cintaku padamu
Tak ada orang yang tahu
Seberapa lama aku menantimu
( Akip.M.IXB )
HARAPANKU
By: Khoirul Hari S kls. XIIa
Cobaan demi cobaan telah terlewati
Siang dan malam silih berganti
Tapi kenapa aku masih disini
Jiwa dan ragaku selalu menanti
Datangnya pagi mencari surya
Datangnya malam mencari senja
Disaat duka mencari tawa
Kemana aku harus mencari jiwa
Semua harapan dibalas kemurkaan
Kesetiaan yang tulus dibalas penghianatan
Air mata menetes dibalas dengan senyuman
Semua kepuasan yang didapatkan
Aku kan selalu ada
Dalam hidupmu...
Apapun yang terjadi kepadaku
Aku relakan hidupku
Tiada seorangpun yang tahu
Seberapa dalam kasihku padamu
Tak ada satupun semua manusia yang tahu
Seberapa lama aku mengharapkanmu
“I don’t wanna let you down”
I must befaithful to the last
CAHAYA BINTANG
By: Nur Cholifah IXb
Cinta adalah sebuah kata bercahaya
Ditulis oleh tangan cahaya
Pada malam cahaya,dan
Cinta adalah ibarat bintang
Hidup tanpa cinta bagaikan
Malam tak berbintang
Gelap, gulita
Jalan kesana salah kesini keliru
Cahaya bintang adalah ... ?
Kebahagiaan yang bergetar
Bersinar putih penuh harapan
Yang terindah meski terlupakan, dan
Selalu terangi dunia
Cahaya bintangmu adalah anugrah darimu
Cinta yang kau beri untukkuu
Adalah sebuah sumber kebahagiaanku
Edisi: 3
IBU
Karya : Siti Aisyah Nur Jannah(XII)
Ibu, kasihmu di atas rinduku
Langkahmu membekas dalam anganku
Bersatu antara rasa dengan akalku
Hidupmu sebagai pelita jiwaku
Oh…ibu sebagaimana
Engkau menuntunku berlari
Diatas gelombang kehidupan
Yang datang membawa badai topan
Tanpa mengenal kasihan
Wahai mutiara tiada tara
Hantamlah ketidakadilan
Terhadapmu jua
Hingga tak ada tempat dan tak tersisa
Namun hatimu laksana tinta
Yang berusaha merangkai kata
Hingga wujudlah cinta
Oh…ibu
Meskipun satu terlihat banyak
Sekali lagi ibu…
Hanya engkaulah ibu
Yang tersisa
KASIHMU IBU
Karya : Nur Alfatul Laili (XII)
Tiada yang lebih berharga
Selain kasih sayangmu
Engkau tanamkan sejuta
Mentari dalam hidupku
Aku rindu tawa nafasmu
Kan kuberikan yang terbaik
Untuk nadimu
Akan ku berikan kebanggaan
Untuk cahaya hatimu
Aku bangga miliki dirimu
Ku ingin melihatmu tersenyum
Ku ingin melihat kau tertawa
Tapi aku tak ingin melihat kau menangis
Karena hanya kebanggaan, kepuasan
Dan kelegaan yang pantas engkau dapatkan
Dan akupun selalu bersyukur
Karena tlah memiliki engkau ibu
BUNDA
karya: Krisnawati (XII)
Malam sunyi gemerlap bintang
Sinar rembulan
Semoga tak sinarkan kegigihan
Sang pejuang kasih yang bersibuk diri
Tanpa pikiran istirahat dan kenyamanan
Yang selalu sayang tanpa air mata
Satu yang kupinta…
Raihkan bulan bintang
Di kesunyian malam tuk cita-citaku
Tak sampai kekuatanku untuk
Mengganti Jasamu
Tak mampu diriku untuk terus
Berjuang untukmu
Kadang engkau disakiti
Tanpa balasan yang berarti
Tapi, aku yakin hatiku trakkan
Pernah melupakan dirimu
I Love you mother
IBU
Karya : Siti Aisyah Nur Jannah(XII)
Ibu, kasihmu di atas rinduku
Langkahmu membekas dalam anganku
Bersatu antara rasa dengan akalku
Hidupmu sebagai pelita jiwaku
Oh…ibu sebagaimana
Engkau menuntunku berlari
Diatas gelombang kehidupan
Yang datang membawa badai topan
Tanpa mengenal kasihan
Wahai mutiara tiada tara
Hantamlah ketidakadilan
Terhadapmu jua
Hingga tak ada tempat dan tak tersisa
Namun hatimu laksana tinta
Yang berusaha merangkai kata
Hingga wujudlah cinta
Oh…ibu
Meskipun satu terlihat banyak
Sekali lagi ibu…
Hanya engkaulah ibu
Yang tersisa
KASIHMU IBU
Karya : Nur Alfatul Laili (XII)
Tiada yang lebih berharga
Selain kasih sayangmu
Engkau tanamkan sejuta
Mentari dalam hidupku
Aku rindu tawa nafasmu
Kan kuberikan yang terbaik
Untuk nadimu
Akan ku berikan kebanggaan
Untuk cahaya hatimu
Aku bangga miliki dirimu
Ku ingin melihatmu tersenyum
Ku ingin melihat kau tertawa
Tapi aku tak ingin melihat kau menangis
Karena hanya kebanggaan, kepuasan
Dan kelegaan yang pantas engkau dapatkan
Dan akupun selalu bersyukur
Karena tlah memiliki engkau ibu
BUNDA
karya: Krisnawati (XII)
Malam sunyi gemerlap bintang
Sinar rembulan
Semoga tak sinarkan kegigihan
Sang pejuang kasih yang bersibuk diri
Tanpa pikiran istirahat dan kenyamanan
Yang selalu sayang tanpa air mata
Satu yang kupinta…
Raihkan bulan bintang
Di kesunyian malam tuk cita-citaku
Tak sampai kekuatanku untuk
Mengganti Jasamu
Tak mampu diriku untuk terus
Berjuang untukmu
Kadang engkau disakiti
Tanpa balasan yang berarti
Tapi, aku yakin hatiku trakkan
Pernah melupakan dirimu
I Love you mother
Langganan:
Postingan (Atom)