Tampilkan postingan dengan label Tamu Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tamu Kita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Februari 2010


Edisi 6
Segudang Kegiatan Firdi, Segudang Prestasi Vivi

Shobat Kamus pasti heran kok Kamus yang edisi ke-6 ini beda banget sama edisi yang kemarin? Yup bener banget kali ini Kamus hadirkan dua tamu kita dalam rubrik Tamu Kita biar ada suasana baru dikit. Pastinya shobat Kamus seneng dong…!!!
Siapa sih yang tidak kenal dengan Facthir Firdi Rifandi alias Firdi. Cowok yang berparas tampan ini akas banget lho…? Firdi ini aslinya pindahan dari SMP Proklamasi. Kata si Firdi sejak pindah ke Al-Musthofa dia makin berubah sampai 180% yang dulunya nakal minta ampun sekarang jadi aliman dikit. Meski pindahan dia nggak pernah patah semangat mangejar ilmu yang tidak pernah dia dapatkan di sekolahnya dulu. Contohnya seperti BTQ {Baca Tulis al-Quran}.Tidak hanya aktif di dalam sekolah saja juga aktif di luar sekolah juga. Kamus sih, pernah dengar kalau Firdi ini pembalap motor, wesss…tambah kagum aja nih!
Kalau di lihat, anak-anak terutama siswa-siswi baru Al-Musthofa banyak juga yang ngefans sama cowok satu ini. Itu terlihat ketika dia jadi salah satu panitia MOS dari OSIS. Semua hal yang belum di coba sama Firdi pasti segera ia coba hal-hal yang menurutnya menantang itu. Asal shobat Kamus tahu aja cowok yang berparas ganteng ini manjanya minta ampun sama ibunya, apalagi pas mau makan kayak anak TK dah…! Tapi kalau melihat segudang kegiatannya rasa sinisnya menguap deh.
Cowok kelahiran Sidoarjo, 28 April ini ternyata penggila sepak bola dan musik. Tapi kalau suka sepak bola kok Kamus nggak pernah lihat Firdi main ya? Apa Kamus aja yang nggak tahu? Siapa yang menyangka si Firdi ini suka sama makanan khas dari Lamongan alias soto ayam dan jus melon lho! Bagi para fans Firdi kalau mau kenalan Firdi jangan lupa bawa soto sepanci, ayam 2 ekor dan jangan lupa jus melon seceret ya…?he..he…he…

Beda Firdi beda Vivi, cewek yang berprestasi ini bernama lengkap Vivi Widya Wati yang biasa di sapa Vivi. Gadis yang hobinya baca komik ini berprestasi banget. Cewek asli Al-Musthofa ini mendapat prestasi sejak duduk di bangku kelas 1 MI. Kata si Vivi ini kunci dari keberhasilannya itu belajar dan belajar yang belum pernah kita ketahui. Mesti tak pernah ikut Bimbel Vivi tetap tuh! mendapat peringkat kelas 3 besar. Pastinya orang tua Vivi bangga dengan prestasi Vivi yang menonjol itu.
Cewek kelahiran Mojokerto, 18 Mei ini kalau di tanya mengenai makanan dan minuman favoritnya neriman banget.
“Aku itu sukanya makanan dan minuman yang halal-halal aja” kata Vivi. Mesti terlihat pendiam terkadang-kadang Vivi juga suka marah-marah kalau banyak fikiran yang membelit di otaknya, tapi Vivi tak pernah tuh memperlihatkan masalahnya sama siapa pun apa lagi sama sahabat-sahabatnya.
Karena harus mempertahankan prestasinya, Vivi juga terkadang sering takut bila sewaktu-waktu prestasinya jeblok. Makanya sering sekali setiap kenaikan kelas tiba ia akan ketakutan kalau nilainya anjlok sebab bila nilainya benar-benar anjlok hantaman kemarahan dari orang tua Vivi akan menimpanya. Waduh, emang ortunya kejam banget ya?
Kalau di tanya HUT RI yang ke 63 tahun ini, Firdi dan Vivi jawabnya sama yaitu untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan sedangkan tokoh yang ingin di tiru sifatnya sama Vivi dan Firdi itu Ir.Sukarno dan RA.Kartini.Mereka kompak banget ya…? jangan-jangan ada apa-apanya nih? Eh... RHs kata mereka. Iya deh Kamus nggak ngungkit lagi.
Pokoknya sukses deh buat Vivi dan Firdidan tambah akur aja. Buat shobat Kamus yang ada di mana saja jangan kalau ingin nampang di rubrik Tamu Kita nggak susah koq capai aja prestasi yang banyak yah..biar kalian bisa jadi contoh bagi shobat lainnya.

Jumat, 28 Agustus 2009

MARI BERBAGI KASIH

Penyakit datang tanpa permisi, pulang pun tanpa pamit. Penyakit bagaikan tamu di rumah kita hanya saja kedatangannya tidak pernah ada seorang pun yang menginginkannya. Berhubungan dengan tamu-tamu itu, kali ini Kamus mendatangkan tamu yang beda dengan tamu dalam edisi kemarin.
Jika kemarin tamu yang Kamus hadirkan selalu memberi ispirasi kepada shobat untuk meraih prestasi yang lebih baik kali ini Kamus menginginkan shobat menyadari bahwa tidak semua yang ada di dunia ini selalu dalam keadaan bahagia adakalanya kesedihan datang tanpa diduga sebagaimana dalam kalimat pembuka laporan ini.
Kesedihan itu bukan untuk dipendam, karena bagaimanapun manusia adalah mahluk sosial. Seyogyanlah kita ikut merasakan bagaimana penderitaan yang sedang dirasakan oleh orang lain. Penderitaan ini sedang dirasakan oleh salah satu teman kita Putri Anggraeni kini duduk di kelas IXa yang berdomosili di Ds. Singkalan Tado Rt. 07 Rw. 04.
Penderitaan itu begitu berat karena yang sakit adalah orang yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Pak Amin begitu biasa beliau dipanggil sudah setahun lebih menderita pembengkakan jantung dan liver. Sudah berbagai cara beliau lakukan mulai dari cara medis, spiritual maupun kembali kealam atau pengobatan alami namun hingga saat ini penyakit itu tak kunjung sembuh.
“Bahkan saya pernah makan hati unta dari tetangga yang baru pulang haji, katanya banyak khasiatnya, tapi hingga sekarang belum ada reaksi,” kata Pak Amin.
Pak Amin yang menpunyai putra 4 ini setiap harinya hanya bisa berdiam di rumah saja bukan karena kemalasan tetapi keadaan penyakitlah yang memaksa beliau untuk tetap di rumah, hanya istrinya sekarang sebagai tulang punggung keluarga, untunglah beliau masih punya putra yang memberi bantuan meskipun sedikit.
Bantuan itu bukannya di pakai buat makan sehari-hari melainkan dipakai untuk membiayai penggobatan yang semakin mahal untuk menebusnya.
“Sudah jutaan rupiah saya habiskan, sebagian dari bantuan anak saya yang sudah menikah dan sebagian hutang kepada sudara-sudara, entah dengan apa saya menebusnya?” keluh Pak Amin.
Jika dihitung Pak Amin dalam usianya yang telah menginjak 51 tahun. Ini sudah tiga kali bolak-balik kerumah sakit, untuk kali yang tiga inilah semestinya beliau jalani rawat inap, namun atas pertimbangan ketiadaan biaya akhirnya meski belum sembuh terpaksa Pak Amin pulang dan menjalani rawat jalan.
“Semestinya saya harus opname untuk memulihkan kesehatan saya, tapi saya kasihan pada istri dan anak saya dari mana mereka akan mendapatkan biaya?” terang pak Amin.
Hebatnya meski dengan penyakit yang tak kunjung sembuh pak Amin tak pernah putus asa umtuk mencari kesembuhan, karena menurut beliau dengan berputus asa berarti sama saja beliau membunuh diri secara pelan-pelan. Sesuatu yang patut kita contoh.
“Karena saya tahu bahwa setiap penyakit itu ada obatnya, maka saya harus selalu berusaha menemukan obat tersebut. Bukankan Tuhan membuat penyakit dengan penangkalnya?” kata pak Amin bersilosofi.
Nah tahukan bahwa penyakit adalah kehendak kuasa yang di beri kepada mahluk ciptaaNya. Tetapi Tuhan tidak akan memberi cobaan kepada hambaNya diluar kemampuan mereka. Kita doakan ya semoga Pak Amin cepat sembuh.
Akhirnya setelah beberapa lama Kamus wawancara maka ini saatnya Kamus mengemukakan maksud di muatnya berita ini. Dengan hati yang lapang dan berjiwa besar Kamus mohon kepada pembaca agar menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu ayah teman kita tadi. (DP)

PENGUMPULAN DANA BANTUAN AKAN DILAKSANAKAN PADA HARI SELASA TANGGAL 8 APRIL 2008 WARTAWAN KAMUS AKAN DATANG KE KELAS-KELAS KALIAN, DISIAPKAN YA BANTUANNYA!

Selamat Datang

Anda masuk ke dalam komunitas Majalah Kamus,majalah yang dikelola oleh Siswa-siswi MI. MTs.MA. Al-Musthofa Canggu Jetis Mojokerto